Mengenal Protein


        Protein sangat dibutuhkan oleh tubuh, tetapi kebutuhannya berbedabeda untuk masing-masing orang. Hal ini tergantung dari usia, berat badan, jenis kelamin, wanita hamil, kondisi kesehatan, iklim, dan lain-lain.

Pada dasarnya protein memiliki fungsi di dalam tubuh, antara lain:
a. menghasilkan energi dan kalori, kalori yang dihasilkan dari protein, yaitu setiap 1 gram menghasilkan 4,1 kalori;
b. sebagai unsur pembangun jaringan yang rusak;
c. untuk membantu pertumbuhan tubuh;
d. sebagai sistem buffer, artinya dapat menjaga keseimbangan asam dan basa;
e. dapat membentuk enzim, hormon, dan pigmen;
f. membantu proses metabolisme tubuh.
       Penting sekali bukan peran protein bagi tubuh? Coba bayangkan apabila tubuh kita kekurangan protein ini, apa yang akan terjadi? Pada usia anakanak, peranan zat protein sangat penting sekali. Jika kebutuhan akan protein tidak tercukupi, maka pertumbuhan anak-anak akan terhambat dan respon terhadap saraf-saraf motorik berkurang. Kondisi ini dinamakan kwashiorkor (lapar gizi) dan marasmus.
       Keseimbangan protein dikatakan normal apabila protein yang kita konsumsi dapat mencukupi kebutuhan tubuh dan masih tersisa untuk diekskresikan.
Unsur-unsur protein meliputi asam amino. Ada dua macam asam amino, yaitu sebagai berikut.
a. Asam Amino Esensial
       Asam amino esensial tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh, sehingga dapat dicukupi dari makanan yang kita makan. Ada 10 macam asam amino esensial, antara lain: isoleusin, leusin, lisin, metionin, valin, treolin, fenilalanin, triptofan, histidin dan arginin. Arginin dan histidin esensial terutama dibutuhkan pada masa anak-anak.
b. Asam Amino Non-Esensial
       Asam amino ini dapat dibuat sendiri oleh tubuh. Golongan ini terdiri atas 11 asam amino, antara lain alanin, asparagin, asam aspartat, sistin, asam glutamat, sistein, glisin, glutamin, serin, prolin, dan tirosin.
Berdasarkan sumber asalnya, protein dibagi menjadi dua jenis,byakni protein hewani dan protein nabati.  

1.Protein hewani ialah protein yang berasal dari hewan, misalnya ikan, daging, telur, dan susu. Sumber makanan yang demikian mengandung banyak asam amino esensial, sehingga termasuk protein sempurna. Sementara,  
2.Protein nabati yakni protein yang berasal dari tumbuhan terutama sayur-sayuran, padi-padian, dan kacang-kacangan. Kandungan asam amino makanan seperti ini kurang lengkap, sehingga proteinnya tidak sempurna. Kedelai ialah salah satu makanan yang bernilai hayati di antara protein hewani dan protein nabati.
Bahan makanan Nilai protein Bahan makanan Nilai protein
Kacang kedelai                           34,9             Keju                              22,8
Kacang merah                            29,1             Kerupuk udang             17,2
Kacang tanah terkelupas            25,3             Jagung kuning               9,2
Kacang hijau                              22,2             Roti putih                      8,0
Biji jambu monyet                      21,2            Mie kering                     7,9
Tempe kacang kedelai murni     18,3             Beras setengah giling    7,6
Tahu                                            7,8              Kentang                         2,0
Daging sapi                                18,8            Gaplek                            1,5
Ayam                                          18,2            Ketela pohon                  1,2
Telur bebek                                13,1             Daun singkong               6,8
Telur ayam                                 12,0            Bayam                             3,5
Udang segar                               21,0            Kangkung                       3,0
Ikan segar                                  16,0            Wortel                             1,2
Tepung susu skim                      35,6            Tomat masak                  1,0
Tepung susu                               24,6           Mangga harumanis          0,4.
Fungsi Protein:
       Protein memiliki beragam fungsi di dalam tubuh, antara lain
menghasilkan energi; membangun sel dan jaringan baru; mengganti sel dan jaringan yang rusak; menghasilkan materi pokok seperti enzim, hormon, antibodi dan kromosom; menjaga kestabilan cairan tubuh; dan berperan sebagai penyangga (buff er) pH.
Kekurangan protein pada anak-anak terutama umur 6-36 bulan, dapat menimbulkan penyakitkwashiorkor. Gejala yang dapat diamati pada penyakit ini semisal munculnya udema, pertumbuhan terhambat, hilang nya simpanan lemak dalam kulit, dan menurunnya tanggapan saraf psikomotorik. Sementara kelebihan protein pada orang dewasa, dapat menyebabkan obesitas atau kegemukan. Obesitas merupakan kondisi
       Protein di dalam tubuh dipecah menjadi asam amino dan mengalami serangkaian
proses metabolisme karbohidrat maupun lemak. Penyerapan protein dalam bentuk asam amino berlangsung di jonjot usus.

1 komentar: